1. Ahlussunnah memberikan wala’ (loyalitas) yang mutlak (sepenuhnya) kepada Alloh Subhanahu wa Ta`ala dan Rosul-Nya Shallallohu `alaihi wa sallam. Memberikan wala’ yang mutlak kepada kaum muslimin dalam jihad mereka melawan kuffar dan munafiqin.
Wala` kepada pribadi-pribadi muslim berbeda ka pasitasnya dari suatu pribadi muslim dengan muslim lainnya menurut ketaqwaan dan jauh-dekatnya pribadi-pribadi itu dari manhajul haq.
Wala` kepada seorang pribadi muslim bisa ter campurkan dengan baro’ nisbi menurut bobot ma`siatnya serta jauhnya dari manhaj yang haq. Ahlussunnah berbaro' (melepaskan diri) mutlak dari kuffar dan kekufuran.
Rosululloh Shallallohu `alaihi wa sallam bersabda:
أَوْثَقُ عُرَى الإِيْمَانِ اَلْحُبُّ فِى اللهِ وَالْبُغْضُ فِى اللهِ
“Ikatan iman yang paling kuat adalah mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh”.
Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang ber-iman kepada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menen-tang Alloh dan Rosul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
Mereka itulah orang-orang yang Alloh telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya.
Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Alloh ridho terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itu-lah golongan Alloh. Ketahuilah, bahwa sesungguh-nya golongan Alloh itulah golongan yang beruntung.” {QS. Al Mujadilah [58]: 22}
Footenote:
Baca kitab “Al Madkhol Li Dirosat Al `Aqidah Al Islamiyyah”, Dr. Ibrohim Muhammad Al Buraikan : 224-228
(HR. Ahmad, 4/286; Al Hakim dalam Al Mustadrok, 2/480 dan dihasankan oleh Al Albani dalam Shohihah, 1728)
(Manhaj Ahlussunnah Wal Jama'ah Hal: 56)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for your comments