Jenggot adalah rambut yang tumbuh dibawah bibir, dibawah dagu, dan rambut yang tumbuh dipipi. Dalam islam memlihara jenggot adalah sunnah sebagaimana sabda rasulullah shallallahu allaihi wa sallam :
“bersungguh-sungguhlah dalam mencukur kumis dan biarkanlah jenggot, dan selisihlah orang-orang majusi” (HR.Muslim 3/147 Syarah An-Nawawi).
Riwayat-riwayat ini menunjukan bahwa memelihara jenggot adalah suatu hal yang diperintahkan dalam islam dengan cara :
- memperbanyaknya
- menjaganya
- tidak menguranginya secara dhahir
Rasulullah memrintahkan memelihara jenggot dan beliau sendiri memelihara jenggot sebagaimana yang diriwayatkan dalam beberapa hadits-hadits yang shahih seperti yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu :
“ Rasulullah shallalluhu allihi wa sallam apabila berwudlu’ mengambil satu genggam air dan memasukkannya kebawah mulutnya (dagu) kemusian menyela-nyelainya, dan beliau berkata : seperti inilah Rabb-ku memerintahku.” (HR. Abu Dawud 1/243 Aunul Ma’bud, Baihaqi 1/04 dari jalan Thariq Ibnu Walid bin Zauran bin Annas radiyallahu anhu. Dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam kitab Irwa’ul Ghalil 1/130)
beberapa faktor larangan mencukur jenggot
1. Tasyabbuh dengan kaum Kuffar
Dalam syariat islam telah ditetapkan bahwa tidak boleh kaum muslimin baik lelaki maupun perempuan ber-tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar, baik dalam ibadah, hari raya, atau pakaian. Hal ini merupakan perkara besar dalam syariat islam yang telah banyak dilanggar kebanyakan kaum muslimin karena kebodohan mereka tentang agama mereka, atau mengikuti hawa nafsu mereka mereka. Perlu diketahui bahwa dalil-dalil yang menjelaskan tentang kaidah ini sangat banyak didalam Al-qur’an dan As-sunnah seperti firman Allah ta’ala dalam suratNya:
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” ( Q.S. Al-Jatsiyah:18)
Firman Allah ta’ala :
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr : 19)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan tentang larangan untuk mengikuti jalan-jalan orang-orang kafir. Semuanya menjelaskan kepada kita tentang pengharaman menyerupai kaum musyrikin. Sedangkan mencukur jenggot merupakan suatu perkara yang menyelisih perintah Rasulullah, karena Rasulullah shallallahu allaihi wa sallam memeritahkan untuk mencukur kumis dan memelihara jenggot serta menyelisih kaum musyrikin sebagaimana sabdanya :
“selisihlah kaum musyrikin, cukurlah kumis dan peliharalah jenggot. (HR. Muslim)
Selasa, 10 November 2009
Minggu, 08 November 2009
indonesia bagaikan kolam luka dan duka....
akhir-akhir ini saya melihat banyak sekali orang yang hidupnya seperti disia-siakan sendiri. memang kita akui bahwa saat ini negara sedang digoncang oleh bencana alam, ditambah lagi kasus yang menimpa para pejabat-pejabat negri ini seperti yang sering kita lihat di media-media massa saat ini.
hukum yang ada dinegri ini rasanya harus dibenahi kembali, mengingat rakyat sudah terlalu jenuh dengan segala kebokbrokan yang ada pada pemerintah. sekarang saatnya kita singsingkan lengan baju kita sebagai warga negara bangsa ini. mari kita berjuang melawan ketidakadilan. apapun resiko yang akan kita hadapi lebih baik daripada harus selamanya negri ini berada dalam keterpurukan.
wahai bunda pertiwi menangislah engkau...
lihatlah putra-putri bangsa yang sering engkau elu-elukan..
hukum yang ada dibumimu ini jelas terselimut tabir misteri...
sekarang harus kemana lagi kami kan melangkah???
apakah negri ini tak pernah bersyukur kepada Allah ta'ala?
mengapa negri ini mendapat cobaan yang begitu besar??
inikah akhir dari negri ini??
lihatlah kebawah wahai para pemimpin negara...
masih banyak anak kecil yang menangis menahan lapar...
masih banyak orang yang harus rela kehilangan keluarganya karena bencana
masih banyak orang yang mencari makan ditempat-tempat pembuangan sampah...
sementara kalian hanya duduk dikursi empuk dan tertawa bagaikan orang gila...
kalian harus tahu... bahwa kita hidup di dunia ini hanyalah sementara...
mengapa berlomba-lomba mencari kesengsaraan di akhirat??
renungkanlah ....
wahai para anjing-anjing politik.....
hukum yang ada dinegri ini rasanya harus dibenahi kembali, mengingat rakyat sudah terlalu jenuh dengan segala kebokbrokan yang ada pada pemerintah. sekarang saatnya kita singsingkan lengan baju kita sebagai warga negara bangsa ini. mari kita berjuang melawan ketidakadilan. apapun resiko yang akan kita hadapi lebih baik daripada harus selamanya negri ini berada dalam keterpurukan.
wahai bunda pertiwi menangislah engkau...
lihatlah putra-putri bangsa yang sering engkau elu-elukan..
hukum yang ada dibumimu ini jelas terselimut tabir misteri...
sekarang harus kemana lagi kami kan melangkah???
apakah negri ini tak pernah bersyukur kepada Allah ta'ala?
mengapa negri ini mendapat cobaan yang begitu besar??
inikah akhir dari negri ini??
lihatlah kebawah wahai para pemimpin negara...
masih banyak anak kecil yang menangis menahan lapar...
masih banyak orang yang harus rela kehilangan keluarganya karena bencana
masih banyak orang yang mencari makan ditempat-tempat pembuangan sampah...
sementara kalian hanya duduk dikursi empuk dan tertawa bagaikan orang gila...
kalian harus tahu... bahwa kita hidup di dunia ini hanyalah sementara...
mengapa berlomba-lomba mencari kesengsaraan di akhirat??
renungkanlah ....
wahai para anjing-anjing politik.....
A. Pengertian Asbabun Nuzul
Asbabun Nuzul adalah suatu cabang ilmu yang memahami dan mempelajari kandungan-kandungan yang terdapat dalam Al-Qur’an.yang akan menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan, memperluas wawasan dan pandangan, serta menemukan perspektif baru.
Seperti yang dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat Al-Qur’an dapat membantu kita dalam memahami pesan-pesan dalam kandungan ayat tersebut. Jadi bukan tidak mungkin bahwasanya Asbabun Nuzul adalah suatu ilmu memahami, mempertegas, dan meneliti asal mula turunya suatu ayat agar tidak menjadikan seorang Muffasir salah kaprah dalam menafsirkan suatu ayat.
B. Faedah mengetahui Asbabun Nuzul
Langganan:
Postingan (Atom)

